ILC Forum











{Juli 3, 2009}   Rav Rava.. D’Rahma na ILC

D’Rahma banget deh.. itu yang di TransTV. Orangnya cantik n lucu, tapi sayang.. narsisnya kurang. Namun sebagai seorang sahabat yang baik, Rava cukup representatif, aspiratif dan mendukung.

Rava membuat aku berani untuk mendirikan ILC, tepat setelah pulang bertemu Rava di Atrium Senen, aku mulai merumuskan ILC yang aku dapat dari teman-teman di Chinna, Kuba, dan Argentina tentang LGBT. beberapa hari kemudian, aku dirikan forum ILC di Facebook.

Thanks, Rav.. kamulah D’Rahma-ku



{Juli 3, 2009}   Math di mata saya…

Pertama kali bertemu dengan beliau ini, kesan saya terhadap Math adalah orang besar, sosok seorang perempuan berbadan besar (sorry ^_*v) dengan visi besar dan semangat yang besar juga. Math mungkin menjadi seseorang perempuan yang dengan sangat mudah beradaptasi dengan siapapun juga, meskipun baru kali itu saya bertemu dengannya.

Beberapa kali kita berdebat tentang konsep dan pengembangan ILC, semuanya berubah ketika kita bertemu saat itu di Caffee Shop Dante di Mall Citraland. Jujur saya akui kalau saya terlalu banyak otoriter untuk urusan konsep dasar. Tapi setelah pertemuan itu saya ingin menjadi orang yang mau rendah hati mengakui kelebihan orang lain..

Math adalah sosok sederhana.. dengan ide luar biasa dan kemampuan organisasi yang dahsyat. Pemahamannya yang luas mengenai dunia terpinggirkan ini membuat aku berani mengambil resiko untuk menjadikan beliau ini sebagai pemegang amanat ILC. ILC butuh orang tegas dan kuat, visi serta misi yang mantap seperti Math..

Semoga ILC terus berjaya di tanganmu Math..

kami semua mendukungmumath



{Juli 2, 2009}   Kehidupan Sang Elang

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan — suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali.
Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.

Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!



{Juli 2, 2009}   FILOSOFI ANGSA

Sebuah renungan bagi kita semua:

Kalau anda tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V”. Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi “V”.

Fakta:

Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan “daya dukung” bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus ‘dinding udara’ di depannya. Dengan terbang dalam formasi “V”, seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.

Pelajaran:

Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

Fakta:

Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.

Pelajaran:

Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama.

Fakta:

Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

Pelajaran:

Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

Fakta:

Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Pelajaran:

Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

Fakta:

Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan

mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran:

Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya baik.



{Juli 2, 2009}   Kepompong Kupu-Kupu

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu- kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Orang itu duduk dan mengamati dalam beberapa jam ketika kupu-kupu itu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya kupu-kupu itu telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya. Namun, kupu-kupu itu mempunyai tubuh gembung dan kecil serta sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh kupu-kupu itu, yang mungkin akan berkembang.

Namun semuanya tidak akan pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Kupu-kupu itu tidak pernah bias terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

Saya mohon Kekuatan … Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.

Saya memohon Kebijakan … Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.

Saya memohon Kemakmuran … Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.

Saya memohon Keteguhan hati …Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.

Saya memohon Cinta … Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.

Saya memohon Kemurahan/Kebaikan hati … Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.

Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan..



{Juli 2, 2009}   Kepolosan Anak Bagaikan Air

Sebening air

Di dalam proses pertumbuhan manusia, seiring dengan umur yang bertambah  setiap tahun, suasana hati juga kian rumit. Kesadaran setelah lahir dan konsep yang telah berubah berangsur-angsur terbentuk di dalam masyarakat serta terkontaminasi oleh berbagai macam kebiasaan yang kurang baik, hal tersebut sedikit demi sedikit tanpa terasa telah merongrong kemurnian dan kebaikan pembawaan kita sejak lahir. Masa kanak-kanak yang bagaikan emas itu telah berlalu menjadi kenangan, sifat kepolosan bagaikan air dari kanak-kanak itu juga sirna bersama.

Hari demi hari, tahun demi tahun, waktu berlalu bagaikan air yang sedang mengalir, jika tidak ada jodoh dengan kultivasi, orang tidak akan mengenal arti sesungguhnya dari kehidupan, maka seiring dengan waktu, kemurnian dan ketulusan dari manusia itu akan hilang untuk selama-lamanya.

Masyarakat orang awam kebanyakan terganggu oleh nama dan keuntungan, merasa cemas akan untung rugi pribadi, sibuk setiap hari, kian hari kian apatis, berangsur-angsur mengikis habis ketulusan dan kemurnian yang pada awalnya eksis itu.

Kebanyakan orang sibuk dengan membabi buta di dalam ketidak-mengertian, tak henti-hentinya mencari kebahagiaan kian kemari, tetapi justru telah memandang hambar dan melupakan ketulusan dan kemurnian hati yang pernah dimiliki, melupakan bahwa memiliki hati tulus dan murni yang sederhana merupakan suatu hal yang paling menggembirakan.

Teringat semasa kecil dulu, ada seorang anak gadis cilik yang merupakan anak tunggal tetangga saya. Setiap hari ia berjalan kaki pergi ke sekolah. Pada suatu pagi hari cuaca kurang baik, awan berangsur-angsur menjadi tebal, hingga sore hari ketika pulang sekolah angin mulai bertiup kencang, tak lama kemudian muncul petir dan suara halilintar di atas angkasa, kelihatannya segera akan turun hujan lebat.

Ibu gadis itu sangat khawatir anak gadisnya menjadi ketakutan karena gelegar petir, bahkan khawatir anaknya akan tersambar petir, maka dia bergegas membawa payung dan jas hujan menelusuri jalanan yang setiap hari dilalui oleh anak gadisnya ke sekolah untuk mencari anaknya.

Ketika ibu yang penuh kecemasan ini menjumpai anak gadisnya, ia melihat anak gadis itu berekspresi tenang-tenang, dengan sangat santai berjalan di jalanan. Dan setiap kali ketika muncul kilatan di atas langit, gadis kecil itu akan menghentikan langkah kaki, mengangkat kepala menengok ke atas langit serta menampilkan senyuman.

Ibu tersebut melihat pemandangan ini menjadi sangat heran sekali, tak tertahankan dia memanggil anak gadisnya dan bertanya, “Apa yang sedang kamu lakukan?”. Dengan bersungguh-sungguh gadis kecil itu menjawab, “Tadi langit hendak memotret diriku, maka saya harus menampilkan senyuman!”

Setelah pulang sampai di rumah, ibu tersebut dengan sangat serius berkata pada anak gadisnya itu, “Keadaan seperti tadi itu sangatlah berbahaya, lain kali kesempatan jika kamu menjumpai petir dan halilintar lagi, kamu harus segera berlari pulang ke rumah”.

Dengan nada tidak terima, anak gadis itu menjawab, “Nenek pernah bertutur kepada saya, petir dan halilintar hanya menyambar orang-orang jahat, bukan orang yang baik. Saya adalah orang baik, saya tidak takut. Orang jahatlah yang seharusnya takut! Mengapa saya harus seperti orang dewasa bergegas-gegas pulang ke rumah? Saya bisa berjalan ke rumah dengan santai”.

Dari sini terlihat nyata sekali, hati anak gadis kecil ini polos bagaikan air, oleh karena kesederhanaan dan keelokan ini, maka dia hidup jauh lebih gembira dan santai jika dibandingkan dengan ibunya.

Jika dipikir secara teliti, bagi orang yang benar-benar jahat walaupun berlari sangat kencang pun, dia tidak akan bisa menghindari hukuman tersambar oleh petir, karena orang baik berhati murni, mengapa dia tidak boleh berjalan santai pulang ke rumah?

Kata-kata yang diucapkan oleh gadis itu sungguh sangat beralasan sekali! Seseorang jika benar bisa mempertahankan kesederhanaan dan kemurnian alami, maka dapat dipastikan bahwa kehidupannya akan sangat gembira dan santai, jauh dari segala kerisauan!



Selembut irama musik

Oleh karena di dunia ini ada sebagian orang yang senang menindas yang lemah tetapi takut pada yang kuat, maka dari itu membuat orang-orang timbul semacam kesalahpahaman, mengira bahwa dengan keras menanggulangi (melawan) yang keras akan menunjukkan bahwa dia seorang yang pandai.

Sebenarnya orang kuat yang benar-benar kuat akan menggunakan kelembutan untuk mengatasi kekerasan, hal itu baru benar-benar menunjukkan dia adalah seorang yang bijak!

Di dalam buku Lao Zi menjelaskan tentang “lemah lembut mengungguli keras hati”, dikatakan bahwa:

“Di dunia ini yang paling lemah lembut adalah air, yang keras dan kuat tidak selalu bisa menang, jika posisi ini ditukar. Lemah bisa menjadi lebih kuat, lembut bisa menjadi lebih keras, semua orang tidak ada yang tidak tahu, tidak semua bisa melaksanakan.”

Lebih-lebih jika seseorang sedang berada pada posisi yang lemah dan dalam keadaan yang tidak menguntungkan, ia hanya bisa menggunakan ‘memakai lembut menanggulangi keras’ barulah ada jalan menuju kemenangan.

Hati seseorang yang baik dan murni adalah semacam kekerasan dalam kelembutan, dia bisa memenangkan segala kekuatan dan kekerasan apapun yang ada di dunia ini.

Di suatu malam yang gelap gulita, seorang laki-kaki yang biasa merampas milik orang lain sedang menguntit seorang wanita di sebuah stasiun metro. Dia mengikuti wanita itu turun di sebuah stasiun kecil yang amat sepi.

Ketika itu, malam sudah larut dan sepi, dia bersiap-siap melakukan kekerasan di daerah itu. Dia bergegas melangkah melampaui wanita itu, tidak terduga wanita tersebut mendadak membalikkan badan.

Dengan nada yang amat tulus dan menaruh kepercayaan wanita itu mengutarakan permohonan kepada dia, malam telah larut orang yang berlalu lalang sangat sedikit, seorang wanita bila menempuh perjalanan seorang diri kurang aman, dia sangat senang bisa bertemu lelaki itu di sini, dan memohon kepada lelaki itu untuk mengantarkan dia sepanjang perjalanan.

Tingkah laku dari wanita tersebut, membuat lelaki yang bersiap-siap merampas ini seketika itu kehilangan akal, dan bingung, hanya menganggukkan kepala menyanggupi.

Di sepanjang perjalanan, wanita itu memperlakukan lelaki itu bagai teman yang sudah lama dikenal dan berbincang-bincang dengan akrabnya, sama sekali tidak ada maksud menganggap lelaki itu sebagai orang jahat apalagi menaruh waspada terhadap dia. Hal tersebut telah membuat lelaki yang sebenarnya ingin melakukan kejahatan terhadap wanita tersebut, tanpa disadari telah mengantar wanita tersebut hingga di depan pintu rumahnya, dan dari awal hingga akhir tidak melakukan suatu tindakan asusila apapun.

Setelah kejadian itu, lelaki tersebut mengingat kembali dan berkata, dia sebenarnya ingin melakukan kekerasan terhadap wanita tersebut, akan tetapi gerak-gerik tingkah laku yang baik dan tulus dari wanita ini, telah membuat sifat kemanusiaan yang terpendam di dalam hatinya itu tergugah dan membuat dia telah membatalkan semua niat jahatnya.

Wanita tersebut dalam situasi yang genting telah menunjukkan hati yang tulus dan baik, telah menggugah sisi kebaikan dari sifat kemanusiaan pria itu, juga di dalam situasi yang sangat sulit telah menolong diri sendiri.

Cara yang digunakan wanita itu adalah mengunakan lembut menanggulangi keras untuk mengubah lelaki itu, sehingga membuat dirinya terhindar dari bencana.

Ada sebuah ungkapan mengatakan, “Empat liang (4 x 50 gram) menggerakkan seribu kati”, yang dibicarakan di sini adalah prinsip ‘kelembutan menaklukkan kekerasan’. Menelusuri sejarah, tidak sulit bisa kita temukan, acapkali orang yang sangat keras mudah sekali ditaklukkan dan dimanfaatkan oleh orang yang lemah lembut.

Untuk membawa diri dalam masyarakat lebih dibutuhkan kemahiran menggunakan kelembutan untuk menaklukkan kekerasan.

Kebanyakan orang yang bersikap keras, perasaan hatinya mudah tersentuh maka akan sangat mudah membuat orang menjadi kehilangan akal budi, hanya berdasarkan emosional sesaat ia telah memutuskan melakukan atau tidak melakukan suatu hal, ini merupakan ciri khas dari orang yang sifatnya keras, kebetulan juga merupakan titik kelemahan yang mematikan.

Sebongkah batu besar jika jatuh di atas setumpuk kapas, maka bisa dengan mudah terbungkus oleh kapas. Bila memakai kekerasan untuk menaklukkan kekerasan maka kedua-duanya akan menderita kerugian.

Jika menjumpai suatu masalah, lebih-lebih dalam keadaan yang sangat mendesak, mereka yang mengerti akan menggunakan kelembutan untuk menaklukkan kekerasan, itu baru merupakan manifestasi dari seorang yang bijak.



1. Mandangin matahari terbenam bareng

2. Saling berbisik

3. Masak buat doi

4. Jalan pas hujan

5. Pegangan tangan

6. Beliin kado/hadiah buat doi

7. Mawar

8. Cari cologne/parfum/wangi2an yang doi demen en pake tiap kali bareng doi

9. Jalan bareng di pantai tengah malem

10. Tulisin puisi buat doi

11. Pelukan tuh obat yang umum buat doi

12. Bilang I love You, ngomongnya hanya pas loe emank bener lagi ngerasain hal itu en pastiin doi tau lu bener2 demen ama die

13. Kasi doi kado yang beda misalnya bunga/permen/puisi de el el

14. Ngomong ke doi bilang dia tuh satu2nya orang yang loe mau. Jangan bo’ong!

15. Habiskan tiap detik bareng2 doi

16. Pandangin mata doi

17. Pas remang2 angkat dagu doi, pandangin mata doi, bilang ke doi loe sayang ama die. En—kiss doi

18. Pas lagi rame, saling gandengan

19. Selipin pesan yang nyatain lu sayang ama die pas dia gak tau

20. Beliin doi cincin

21. Nyanyi bareng doi (tapi kalau suara lo ancur jangan bikin kasican doi)

22. Selalu pegang doi di sekitar panggang

23. Bawa doi pegi makan bareng en makan malem bedua

24. Spaghetti? (pernah liat cewek dengan > > petualangan?)

25. Pegang tangan doi, tatap mata doi, kiss tangan doi en simpen di ati loe

26. Dansa bareng doi

27. Gue demen pas doi sedeng tidur yang keliatan tanpa dosa di pangkuan gue

28. Lakukan hal yang manis misalnya tulis I love you di kertas sampe doi bakal ngeliat cermin buat baca tulisan itu

29. Minta ijin buat nelpon doi tiap 5 menit

30. Pas lu lagi sibuk bikin sesuatu, tinggalin buat hubungi doi en ngomong gua sayang ama lu

31. Hubungi doi dari tempat kerja lu buat ngomong lu lagi mikirin doi

32. Inget apa yang jadi cita2 loe en kasi tau doi ttg cita2 loe itu

33. Dengerin apa yang doi bilang en dukung doi

34. Bilang ke doi rahasia/masalah yang loe adepin

35. Kasi kesan yang baek ke ortu doi

36. Sisirin rambut doi dari wajah doi

37. Menggantungkan diri ke temen2 doi

38. Ke mesjid/gereja/berharap/sembayang bareng doi

39. Bawa doi pegi nonton film yang romantis en inget bagian film yang doi demen

40. Saling mempelajari en jangan buat kesalahan yang sama 2 kali

41. Buat kegembiraan yang lu rasain pas waktu lu cuma bedua

42. Saling mau berkorban

43. Bener-bener saling menyayangi, ato gak usah tetep bareng lagi

44. Enggak pernah ngelupain doi sedetik pun selama hari memberi, en pastiin doi tau hal itu

45. Sayangi diri sendiri dulu sebelom sayangi orang laen

46. Pelari bahasa laen buat ngomong hal yang manis

47. Kirimin lagu dari radio buat doi

48. Telpon bareng doi sampe tidur

49. Belain doi pas ada seseorang ngomong kasar ke doi

50. Gak pernah lupain ciuman selamat malem. En gak pernah lupa ngomong mimpi indah” ke doi



Kalah perang, seorang pangeran diberi kesempatan setahun oleh musuhnya untuk mencari jawaban atas pertanyaan :

Apa yang diinginkan perempuan?

Kalau dalam setahun tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut, sang pangeran akan digantung. Bertanya kesana-kemari, tak ada satupun jawaban yang memuaskan. Akhirnya ketika satu tahun hampir lewat, seseorang memberinya saran untuk bertanya kepada seorang nenek sihir.

Ketika pangeran menemukan si nenek sihir dan menanyakan pertanyaan tersebut, si nenek sihir mengatakan bahwa ia hanya akan menjawab jika sahabat pangeran yang bernama Peter mau mengawininya. Pangeran tentu saja tidak tega untuk menikahkan sahabatnya dengan nenek sihir yang selain jelek juga bau. Akan tetapi Peter yang merasa banyak berhutang budi dan ingin menunjukkan baktinya, mengatakan bahwa ia sanggup mengawini nenek sihir tersebut.

Jawaban nenek sihir:

Apa yang benar-benar diinginkan perempuan adalah diberi kebebasan mengatur hidupnya sendiri.

Jawaban tersebut diterima dan pangeran terbebas dari tiang gantungan. Sementara itu Peter dengan berdebar-debar agak takut memasuki kamar pengantinnya. Ia sangat terperanjat ketika di atas ranjang terbaring seorangperempuan yang cantik jelita dan seksi.

“Kamu siapa….?” tanya Peter tak mengerti.

“Karena kamu sangat baik terhadapku, setengah hari aku akan menjadi nenek sihir dan setengah harinya lagi aku akan menjelma menjadi putrid yang paling cantik. Sekarang, terserah kamu, mau pilih mana, apakah siang sebagai nenek sihir dan malam jadi putri atau sebaliknya,” kata perempuan tersebut.

Peter pun bingung. Di satu sisi, ia ingin menunjukkan kepada semua orang betapa cantiknya istrinya, tapi ia juga takut nanti ada yang ingin merebutnya. Kalau istrinya menjelma jadi putri cantik di malam hari, hanya ia yang akan ‘menikmatinya’. Akhirnya Peter menyerahkan keputusan tersebut kepada sang putri.

“Kalau begitu aku akan menjelma jadi putri cantik sepanjang waktu, karena kamu telah memberiku apa yang diinginkan perempuan, yaitu kebebasan untuk mengatur hidupku sendiri,” kata sang putri.

Moral cerita : Cantik ataupun jelek, perempuan pada dasarnya tetap saja penyihir🙂 HE…3X



{Juli 2, 2009}   Mengukur Obesitas

Kalau bisa dihindari, mengapa tidak kita menjauhi penyebab kegemukan? Kegemukan atau obesitas merupakan masalah global, yang bisa melanda masyarakat negara maju maupun berkembang. Dampaknya, seperti diabetes, dyslipidemia, hipertensi, mengincar jiwa pengidapnya.

Jika seseorang positif mengalami diabetes, dyslipidemia, dan hipertensi, maka ia disebut mengalami metabolic syndrome. Untuk mengetahui metabolic syndrome, atau kumpulan gejala klinis yang terkait dengan kegemukan, ada paramaternya. Di antaranya lingkar perut, liguis lidah (kandungan lemak yang berada di leher), tekanan darah, kadar HDL (kolesterol baik ), dan gula darah.

Penyebab utama adalah kesalahan pola makan, dan kurang aktivitas fisik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut obesitas sebagai penyakit yang berbahaya. Karena, ini menyangkut derajat masalah kesehatan.

Menurut Dr Widjaja Lukito, PhD, diirektur SEAMEO-Tropmed, pada workshop bertajuk Real Life Application of Overweight and Obesity Management di Bandung beberapa saat lalu, kelebihan berat badan menjadi masalah bagi semua orang karena hampir setiap orang pernah berbuat kesalahan dalam mengatur pola makan. Selain itu, banyak orang tidak tahu cara memadukan bahan makanan, dan sering mengonsumsi makanan mengandung lemak (fat meals).

Gejala yang dapat mengarah pada kegemukan dan obesitas adalah hunger dan appetite. Hunger merupakan kondisi saat lapar karena itu manusia harus makan. Sedangkan appetite berhubungan dengan selera makan.

“Saya melihat, terjadinya masalah ini bukan dari makanannya melainkan lemak yang terkandung dalam makanan tersebut. Artinya, setiap manusia harus memperhatikan pola makan yang sehat, kadar lemak makanan yang dikonsumsi harus rendah, dan nutrisi didalamnya harus seimbang,” kata Widjaja.

Bahaya pada perempuan
Kegemukan dan obesitas tak hanya berpengaruh pada kesehatan karena dapat menimbulkan penyakit komplikasi. Melainkan, juga berisiko terhadap psikis. Seseorang yang menderitanya akan mengalami krisis percaya diri akibat kelebihan berat badan.

Yang paling berbahaya, kata Widjaja, bila ini terjadi pada perempuan. “Perempuan yang kelebihan berat badan berisiko mengalami infertilitas, sulit mendapat keturunan,” ujarnya.

Pada anak kegemukan berpengaruh terhadap IQ (kecerdasan). Penurunan IQ disebabkan karena besarnya leher sehingga saluran pernapasan terganggu. Secara tidak langsung oksigenisasi ke otak tidak berjalan lancar. Karena itu, anak tersebut mengalami endurance, daya tahan belajarnya terganggu. Tentu saja ini dapat mempengaruhi prestasi belajarnya.

Widjaja mengatakan, masyarakat Indonesia, khususnya di perkotaan, cenderung jarang melakukan aktivitas fisik. Banyaknya fasilitas yang tersedia, seperti angkutan transportasi, lift, dan lainnya menyebabkan masyarakat tidak mau berjalan kaki.

Selain itu, kurangnya kesadaran berolahraga seperti jalan kaki, berenang, dan senam. Jalan kaki merupakan olahraga paling murah dan aman dilakukan. Meskipun hanya 15 menit, jalan kaki berefek sangat besar karena dapat membakar kalori yang ada dalam tubuh.

Pengukur kalori
Untuk mengetahui seberapa banyak kalori yang terbakar saat melakukan aktivitas fisik ada alat yang dinamakan Pedometer. Cukup ringan, alat ini mudah dibawa ke mana-mana. Bentuknya seperti pager, yang dapat disimpan di pinggang.

Selain itu, ada alat untuk mengukur lingkar pinggang yang dinamai waist type. Bentuknya cukup unik, kecil, dan mudah dibawa. Cara memakainya cukup mudah. Yakni, lingkar pinggul dibagi lingkar pinggang, hasilnya tidak boleh lebih dari satu. Jika lebih, itu menunjukkan ada penumpukan lemak di sekitar perut dan panggul. Lingkar pinggang normal untuk perempuan kurang dari 80 cm. Sedangkan, untuk laki-laki kurang dari 90 cm.

Body mass index (BMI)-Calculator merupakan alat untuk mengetahui ukuran tubuh. Alat ini berbentuk seperti kompas, untuk menunjukkan tinggi dan berat badan. Dengan mencocokkan tinggi dan berat badan, kita akan mengetahui ukuran tubuh kita. Apakah tubuh kita kurus, normal, kegemukan, obesitas, atau obesitas ekstrem.

Yang Perlu Diperhatikan
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika Anda mengalami kegemukan. Jika mau dan punya keinginan, maka tidak sulit bagi Anda untuk menurunkan berat badan. Menurut Dr Widjaja Lukito, PhD, diirektur SEAMEO-Tropmed, lakukan aktivitas fisik secara teratur berupa olahraga selama 30 menit setiap hari, konsumsi makanan yang rendah lemak, atur pola makan, perhatikan bahan makanan yang dikonsumsi, dan atur jenis makanan supaya beragam.

Yang dimaksud pola makan teratur itu adalah dalam satu kali makan harus ada sayur, buah, dan kacang-kacangan. “Makanan yang terlalu asin atau manis buruk bagi kesehatan,” jelasnya.

Bahan makanan yang mengandung serat tinggi seperti purin, kolesterol, lemak tidak jenuh tunggal, natrium, dan kalium, dapat memudahkan Anda untuk menjalani program diet dan dapat mencegah penyakit tertentu.

Penting juga untuk menerapkan evaluasi dan pemantauan. Ini berguna untuk memantau perkembangan berat badan supaya jumlah kalori yang masuk dan ke luar dapat diketahui.

Sumber: Republika Online – Selasa, 31 Agustus 2004 – Medika – Penulis : toy



et cetera